Form Login
Pengunjung..






![]() | Today | 41 |
![]() | Yesterday | 70 |
![]() | This week | 210 |
![]() | Last week | 271 |
![]() | This month | 379 |
![]() | Last month | 1761 |
![]() | All days | 14241 |
Your IP: 38.107.191.87
,
Today: Sep 08, 2010
Poling....
Online
We have 2 guests online| MINAT MASUK SMK MENINGKAT |
|
Beberapa tahun terakhir, terjadi stagnasi penerimaan lulusan SMP ke SMA di Jakarta. Hal ini diakui oleh Amsani, kepala bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta ‘’Saat ini ada 382 SMA swasta dan 116 SMA negeri. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah tersebut relatif tetap,’’ ujar Amsani, Selasa (13/10).Di sisi lain, jumlah lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK di DKI justru meningkat. ‘’Kenaikannya sekitar 15 persen,’’ kata Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Slamet Widodo.
dulu di SMKN 2 hanya ada 6 kelas dalam satu angkatan, kini delapan. Amsani mengakui, terjadi sejumlah kecil konversi SMA menjadi SMK di kalangan sekolah swasta seiring dengan bertambahnya peminat SMK. ‘’Karena swasta biasanya memiliki beberapa lembaga pendidikan di luar sekolah seperti bimbel dan lembaga – lembaga pendidikan yang ada di luar.Kini makin banyak bertebaran di mana–mana, dengan kata lain berarti mebuat lebih banyak lagi prestasi yang akan di dapat oleh para siswa.
Oleh karena itu diharapkan SMK bisa menciptakan lulusan yang berkualitas, mempunyai skill tinggi untuk bersaing di dunia industri, jadi siswa SMK dituntut bisa menguasai ilmu dan kemampuan baik di dunia kerja maupun kemampuan untuk menguasai pelajaran di sekolah Karena tidak hanya skill yang dibutuhkan di SMK melainkan juga kemampuan untuk me-nguasai berbagai pelajaran dan ahli di bidang pelajaran tersebut Kegiatan yang baru-baru ini dilakukan oleh SMK di DKI adalah menggelar LKS Tingkat DKI Jakarta Untuk meningkatkan citra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Provinsi yang dilaksanakan selama dua hari di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (13/10).
LKS SMK ini merupa-kan sebuah tahapan bagi para calon peserta dalam menghadapi LKS tingkat nasional XVIII yang akan digelar di Jakarta, 2010 mendatang. Pada pe- nyelenggaraan kali ini, sebanyak 162 orang bertanding untuk menunjukkan yang terbaik, dan akan dinilai oleh tim juri yang Siap Terampil & Profesional Menggunakan Mesin Bubut Mampu menyelesaikan Pekerjaan Perkantoran berjumlah 99 orang. Sebelum tampil di ajang ini, para peserta yang merupakan utusan terbaik dari lima wilayah DKI Jakarta, telah diseleksi di masing-ma-sing kota administrasi. Mereka akan mengikuti 45 cabang yang dilombakan. Sejatinya, lomba yang akan dilaksanakan di tingkat nasional nanti berjumlah sebanyak 50 cabang, namun beberapa keahlian lainnya seperti welding, printing, wall dan floor tiling, tidak diajarkan di SMK DKI Jakarta. Karena itu, LKS tingkat provinsi ini hanya memperlombakan 45 cabang.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang hadir membuka LKS tingkat provinsi tersebut mengatakan bahwa adanya LKS ini dapat memacu setiap SMK untuk meningkatkan kualitas serta hasil pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. “Para peserta lomba setidaknya sangat berpeluang dalam menawarkan potensi yang dimiliki saat LKS digelar. Dari situlah dapat di-ketahui bahwa para tamatan SMK sangat dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri, terutama di Jakarta,” tegasnya.
|









